sebenarnya yant jarang nyari news ato update male solois korea..
tp pas kemaren yant lg nyari2 wgm ep 3 ama shinee baby ep 7 yg uda pake sub..
eehh,,,malah ketemu ma K.Will Ahjussi..hahaha
mian..
en lagu m MV'a kereenn..
beauty n white..
gg tawu deh apa tntang valentine day ato white day..
tpii yg jelas pas nnton ngerasa indaaaah banget..
nii mv'a..
n niih klo mw dnger mp3'a..
Credit :
AsianMusicVideoHD @YT
Jojo @ Jenpoo
Read More...
Kamis, 11 Maret 2010
K.Will -- Present (Gift) MV with MBLAQ, BEAST n U-Kiss
Diposting oleh Fahrianti Agustina di 16.41Lyric --> Chris Brown -- So Cold
Diposting oleh Fahrianti Agustina di 16.22Lagu ini lagu lama yg gag terlalu lama juga siih..
tp yant beneran suka denger'a..
like the beat n the lyric so much..
yant pikir mgkin nii lagu ada hub'a m Rihanna..
tp gg twuu dehh..
yant gg sering2 nntn ato baca gosip seleb manca..
hehehe..
----> Chris Brown So Cold
I want my baby back
It's so cold without her
Cold without her...
She's gone
Now I'm alone, no one to hold on
Cause she was the only one
And I know I was dead wrong
But if you youuuu
If youuu
See her sooonn
Ask her will she forgive me
If you ever see her
If you ever meet her
If you ever get a chance to sit down, talk to her
Then tell her it's so cold
It's so cold, it's so cold
Here without her
And tell her I miss her
Tell her I need her
Tell her I want her
I really want her to come back home, back to keep me warm
Tell her I'm sorry, I'm really sorry
Can you forgive me?
Please forgive me
And come back home, keep me safe and warm
Now my baby's really gone
I don't know if she's coming home
My love's up, I fucked up
I know
Tell me what to do to get her back
Back where her heart belongs, been gone from me for way too long
So if youuu, seen my boo
Please can youuuu
Can you tell her for me
If you ever see her
If you ever meet her
If you ever get a chance to sit down and talk to her
Then tell her it's so cold
It's so cold, it's so cold
Here without her
And tell her I miss her
Tell her I need her
Tell her I want her
I really want her to come back home, back to keep me warm
Tell her I'm sorry, I'm really sorry
Can you forgive me?
Please forgive me
And come back home, keep me safe and warm
All them girls across the world
You know you gotta be my girl
All them girls across the world
You know you gotta be my girl
All them girls across the world
You know you gotta be my girl
All them girls across the world
You know you gotta be my girl
If you ever see her
If you ever meet her
If you ever get a chance to sit down and talk to her
Let her know it's so cold
It's so cold, it's so cold
Without her
----<
hmmmmm
so cold n i'm really2 like the song..
anyway..if u wanna hear this song..
check this
Credit :
elyricsworld.com
Tatekietord.CoM @ MF
Read More...
Senin, 01 Maret 2010
(TR 4) Analisis Ilmiah mengenai Unsur Timah (Sn)
Diposting oleh Fahrianti Agustina di 03.17Timah merupakan salah satu unsur logam dalam sistem tabel periodik dengan simbol Sn (Stannum) dan nomor atom 50.
1. Bentuk
Timah terdapat dalam 2 bentuk alotropi yaitu timah putih (timah beta) dan timah abu-abu (timah alfa). Jika dipanaskan, timah abu-abu (timah alfa) dengan struktur kubus berubah pada 13.2 derajat Celcius menjadi timah putih (timah beta) yang memiliki struktur tetragonal. Ketika timah didinginkan sampai suhu 13,2 derajat Celcius, ia pelan-pelan berubah dari putih menjadi abu-abu.
2. Sifat
Timah merupakan logam perak keputih-putihan, mudah dibentuk dan dapat ditempa ("malleable"). Logam ini sering digunakan untuk melapisi loga lainnya sebagai pencegah karat karena logam ini tidak mudah teroksidasi dalam udara.
3. Keterangan Unsur
• Radius Atom: 1.62 Å
• Volume Atom: 16.3 cm3/mol
• Massa Atom: 118.71
• Titik Didih: 2876 K
• Radius Kovalensi: 1.41 Å
• Struktur Kristal: tetragonal
• Massa Jenis: 7.31 g/cm3
• Konduktivitas Listrik: 8.7 x 106 ohm-1cm-1
• Elektronegativitas: 1.96
• Konfigurasi Elektron: [Kr]4d10 5s2p3
• Formasi Entalpi: 7.2 kJ/mol
• Konduktivitas Panas: 66.6 Wm-1K-1
• Potensial Ionisasi: 7.344 V
• Titik Lebur: 505.12 K
• Bilangan Oksidasi: 4,2
• Kapasitas Panas: 0.228 Jg-1K-1
• Entalpi Penguapan: 290.37 kJ/mol
(Yulianto Mohsin, 2006)
4. Toksisitas
Jumlah timah didalam makanan memiliki limit sekitar 300mg/kg. Jika berada pada konsentrasi tersebut, maka tidak berbahaya pada makanan. Senyawa timah trialkil dan trialil digunakan sebagai racun biologi dan harus ditangani secara hati-hati dan teliti agar tidak membahayakan makhluk hidup.
5. Kegunaan
• Pembuatan kaleng untuk berbagai macam produk
• Pelapisan logam lainnya untuk mencegah perkaratan
• Pembuatan logam campur seperti perunggu (paduan timah, tembaga, seng) dan solder (paduan timah dan timbal).
6. Pembentukan di Alam
Pembentukan Sn yang bersumber dari mineral kasiterit adalah melalui Fase Hidrothermal (Hydrothermal Phase) dan Fase Pegmatitik (Pegmatitic Phase).
a. Fase Hidrothermal (Hydrothermal Phase)
Hidrothermal adalah larutan sisa magma yang bersifat “aqueous” sebagai hasil differensiasi magma. Hidrothermal ini kaya akan logam-logam yang relatif ringan, dan merupakan sumber terbesar (90%) dari proses pembentukan endapan. Berdasarkan cara pembentukan endapan, dikenal dua macam endapan hidrothermal, yaitu :
• cavity filing, mengisi lubang-lubang (opening-opening) yang sudah ada di dalam batuan.
• metasomatisme, mengganti unsur-unsur yang telah ada dalam batuan dengan unsur-unsur baru dari larutan hidrothermal.
Berdasarkan cara pembentukan endapan, dikenal beberapa jenis endapan hidrothermal, antara lain Ephithermal (T 00C-2000C), Mesothermal (T 1500C-3500C), dan Hipothermal (T 3000C-5000C)
Setiap tipe endapan hidrothermal diatas selalu membawa mineral-mineral yang tertentu (spesifik), berikut altersi yang ditimbulkan barbagai macam batuan dinding. Tetapi mineral-mineral seperti pirit (FeS2), kuarsa (SiO2), kalkopirit (CuFeS2), florida-florida hampir selalu terdapat dalam ke tiga tipe endapan hidrothermal.
Paragenesis endapan hipothermal dan mineral gangue adalah : emas (Au), magnetit (Fe3O4), hematit (Fe2O3), kalkopirit (CuFeS2), arsenopirit (FeAsS), pirrotit (FeS), galena (PbS), pentlandit (NiS), wolframit : Fe (Mn)WO4, Scheelit (CaWO4), kasiterit (SnO2), Mo-sulfida (MoS2), Ni-Co sulfida, nikkelit (NiAs), spalerit (ZnS), dengan mineral-mineral gangue antara lain : topaz, feldspar-feldspar, kuarsa, tourmalin, silikat-silikat, karbonat-karbonat.
Sedangkan paragenesis endapan mesothermal dan mineral gangue adalah : stanite (Sn, Cu) sulfida, sulfida-sulfida : spalerit, enargit (Cu3AsS4), Cu sulfida, Sb sulfida, stibnit (Sb2S3), tetrahedrit (Cu,Fe)12Sb4S13, bornit (Cu2S), galena (PbS), dan kalkopirit (CuFeS2), dengan mineral-mineral ganguenya : kabonat-karbonat, kuarsa, dan pirit.
Paragenesis endapan ephitermal dan mineral ganguenya adalah : native cooper (Cu), argentit (AgS), golongan Ag-Pb kompleks sulfida, markasit (FeS2), pirit (FeS2), cinabar (HgS), realgar (AsS), antimonit (Sb2S3), stannit (CuFeSn), dengan mineral-mineral ganguenya : kalsedon (SiO2), Mg karbonat-karbonat, rhodokrosit (MnCO3), barit (BaSO4), zeolit (Al-silikat).
b. Fase Pegmatitik (Pegmatitic Phase).
Pegmatit adalah batuan beku yang terbentuk dari hasil injeksi magma. Sebagai akibat kristalisasi pada magmatik awal dan tekanan disekeliling magma, maka cairan residual yang mobile akan terinjeksi dan menerobos batuan disekelilingnya sebagai dyke, sill, dan stockwork.
Kristal dari pegmatit akan berukuran besar, karena tidak adanya kontras tekanan dan temperatur antara magma dengan batuan disekelilingnya, sehingga pembekuan berjalan dengan lambat. Mineral-mineral pegmatit antara lain : logam-logam ringan (Li-silikat, Be-silikat (BeAl-silikat), Al-rich silikat), logam-logam berat (Sn, Au, W, dan Mo), unsur-unsur jarang (Niobium, Iodium (Y), Ce, Zr, La, Tantalum, Th, U, Ti), batuan mulia (ruby, sapphire, beryl, topaz, turmalin rose, rose quartz, smoky quartz, rock crystal).
Gambar Skematik proses differensiasi magma pada fase magmatik cair
Keterangan untuk Gambar :
1. Vesiculation, Magma yang mengandung unsur-unsur volatile seperti air (H2O), karbon dioksida (CO2), sulfur dioksida (SO2), sulfur (S) dan klorin (Cl). Pada saat magma naik kepermukaan bumi, unsur-unsur ini membentuk gelombang gas, seperti buih pada air soda. Gelombang (buih) cenderung naik dan membawa serta unsur-unsur yang lebih volatile seperti sodium dan potasium.
2. Diffusion, Pada proses ini terjadi pertukaran material dari magma dengan material dari batuan yang mengelilingi reservoir magma, dengan proses yang sangat lambat. Proses diffusi tidak seselektif proses-proses mekanisme differensiasi magma yang lain. Walaupun demikian, proses diffusi dapat menjadi sama efektifnya, jika magma diaduk oleh suatu pencaran (convection) dan disirkulasi dekat dinding dimana magma dapat kehilangan beberapa unsurnya dan mendapatkan unsur yang lain dari dinding reservoar.
3. Flotation, Kristal-kristal ringan yang mengandung sodium dan potasium cenderung untuk memperkaya magma yang terletak pada bagian atas reservoar dengan unsur-unsur sodium dan potasium.
4. Gravitational Settling, Mineral-mineral berat yang mengandung kalsium, magnesium dan besi, cenderung memperkaya resevoir magma yang terletak disebelah bawah reservoir dengan unsur-unsur tersebut. Proses ini mungkin menghasilkan kristal badan bijih dalam bentuk perlapisan. Lapisan paling bawah diperkaya dengan mineral-mineral yang lebih berat seperti mineral-mineral silikat dan lapisan diatasnya diperkaya dengan mineral-mineral silikat yang lebih ringan.
5. Assimilation of Wall Rock, Selama emplacement magma, batu yang jatuh dari dinding reservoir akan bergabung dengan magma. Batuan ini bereaksi dengan magma atau secara sempurna terlarut dalam magma, sehingga merubah komposisi magma. Jika batuan dinding kaya akan sodium, potasium dan silikon, magma akan berubah menjadu komposisi granitik. Jika batuan dinding kaya akan kalsium, magnesium dan besi, magma akan berubah menjadi berkomposisi gabroik.
6. Thick Horizontal Sill, Secara umum bentuk ini memperlihatkan proses differensiasi magmatik asli yang membeku karena kontak dengan dinding reservoirl Jika bagian sebelah dalam memebeku, terjadi Crystal Settling dan menghasilkan lapisan, dimana mineral silikat yang lebih berat terletak pada lapisan dasar dan mineral silikat yang lebih ringan.
( Rahmanberau, 2009 )
Dari 2 fase di atas, terbentuk mineral kasiterit yang kemudian membentuk timah. Berikut proses pembentukannya.
SnO2 (s) 2C(s) Sn(l) +2CO(g)
7. Pengolahan
Bijih timah setelah dipekatkan lalu dipanggang sehingga arsen dan belerang dipisahkan dalam bentuk oksida-oksida yang mudah menguap. Kemudian bijih timah yang sudah dimurnikan itu direduksi dengan karbon. Timah cair yang terkumpul di dasar tanur kemudian dialirkan ke dalam cetakan untuk memperoleh timah batangan. Timah ini masih tergolong kasar dan perlu di murnikan.
Pemurnian timah dapat dilakukan dengan 2 tahap, yaitu :
a. HIGH TENTION SEPARATOR
Mineral terpusah dengan gaya aliran listrik seperti timah, besi.
b. MAGNETE SEPARATOR
Mineral timah tidak tertarik, bijih timah siap untuk proses peleburan untuk memperoleh timah murni.
(Rakhmat Yusuf, 2010)
Credit & Sumber
http://id.wikipedia.org/wiki/Timah
Timah
http://www.chem-is-try.org/tabel_periodik/timah/
Timah
http://www.niki-timah.com/2010/01/apa-itu-timah.html
Apa Itu Timah?
http://rahmanberau.wordpress.com/category/pertambangan/
Genesa Bahan Galian
http://www.geofacts.co.cc/2009/04/deksripsi-beberapa-mineral.html
Deskripsi Beberapa Mineral
Read More...
Minggu, 28 Februari 2010
(R 1) PENYAKIT ITAI-ITAI AKIBAT POLUSI KADMIUM (Cd)
Diposting oleh Fahrianti Agustina di 06.55BAB I
Pendahuluan
1.1 Latar Belakang
Pengunaan berbagai macam unsur tidak dapat dilepaskan dalam kehidupan sehari-hari sebagai contoh pada kawasan industri yang tidak mungkin lepas dari penggunaan unsur baik logam maupun non-logam. Seperti halnya salah satu logam berat yaitu Kadmium (Cd) yang dapat dengan mudah ditemukan di limbah berbagai jenis pertambangan logam selain itu dapat juga ditemukan dalam perairan baik di dalam sedimen maupun di dalam sistem penyediaan air minum.
Cadmium (Cd) adalah salah satu logam berat yang keberadaanya patut mendapat perhatian khusus karena secara luas terdapat dilingkungan baik sebagai pencemar atau sebagai komponen dalam rokok yang dikonsumsi oleh masyarakat luas. Salah satu sistem organ yang yang merupakan target dari Cd adalah sistem reproduksi, khususnya pada individu jantan.
Seperti yang telah terjadi di Toyama, Jepang, kadmium menyebabkan keracunan karena kadmium di cemarkan ke sungai oleh pertambangan perusahaan-perusahaan di pegunungan. Hal tersebutlah yang menyebabkan timbulnya penyakit Itai-Itai di Jepang .
1.2 Rumusan Masalah
Apabila ingin membicarakan “Penyakit Itai-Itai yang di sebabkan oleh Kadmium (Cd)”, mau tidak mau harus memulainya dari permasalahan Kadmium (Cd) itu sendiri. Oleh karena itu, berbagai macam informasi mengenai Kadmium dan Penyakit Itai-Itai, akan dikumpulkan dan selanjutnya akan dipaparkan sesuai dengan kemampuan penulis.
1.3 Batasan Masalah
Adapun permasalahan yang penulis bahas hanya mengenai Kadmium beserta toksikositasnya dan penyakit yang disebabkan oleh Kadmium (Cd) yaitu penyakit Itai-Itai.
1.4 Tujuan Penulisan
Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah:
1. Mengetahui kandungan dari Kadmium (Cd) yang menyebabkan penyakit Itai-Itai serta toksikositasnya.
2. Mencegah pengunaan logam berat seperti Kadmium yang berlebihan karena Kadmium adalah salah satu logam berat yang berbahaya
1.5 Metode Penulisan
Untuk mendapatkan data yang diperlukan, maka penulis menggunakan metode telaah pustaka. Penulis mengambil beberapa pemikiran dengan mempelajari literatur yang didapat melalui buku dan internet.
BAB II
Tinjauan Pustaka
2.1 Kadmium
2.1.1 Sejarah
Kadmium (Cd) ini pertama kali ditemukan oleh seorang ilmuwan Jerman yang bernama Friedric Strohmeyer pada tahun 1817. Logam Cd ini ditemukan dalam bebatuan Calamine (Seng Karbonat). Nama kadmium sendiri diambil dari nama latin dari “calamine” yaitu “Cadmia”.
Kadmium hampir selalu ditemukan dalam jumlah yang kecil dalam bijih-bijih seng, seperti sphalerite (ZnS). Greenokcite (CdS) merupakan mineral satu-satunya yang mengandung kadmium. Hampir semua kadmium diambil sebagai hasil produksi dalam persiapan bijih-bijih seng, tembaga dan timbal. Unsur ini lunak, logam putih yang kebiru-biruan yang dapat dengan mudah dipotong dengan pisau. Hampir dalam banyak hal sifatnya mirip seng. Penanganannya harus hati-hati karena uap dari kadmium sangat berbahaya. Contohnya solder perak. Pengeksposan terhadap debu-debu kadmium tidak boleh melewati 0.01 mg/m3 (rata-rata waktu-berat selama 8 jam, 40 jam seminggu). Konsentrasi maksimum, selama 15 menit, tidak boleh melewati 0.14 mg/m3. Pengeksposan terhadap uap kadmium oksida tidak boleh melewati 0.05 mg/m3 dan konsentrasi maksimum tidak boleh melewati 0.05 mg/m3. Nilai-nilai konsentrasi di atas sedang dievaluasi kembali dan rekomendasi sementara adalah untuk mengurangi pengeksposan terhadap kadmium.
2.1.2 Kegunaan
Kadmium merupakan komponen campuran logam yang memiliki titik lebur terendah. Unsur ini digunakan dalam campuran logam poros dengan koefisien gesek yang rendah dan tahan lama. Ia juga banyak digunakan dalam aplikasi sepuhan listrik (electroplating). Kadmium digunakan pula dalam pembuatan solder, baterai Ni-Cd, dan sebagai penjaga reaksi nuklir fisi. Senyawa kadmium digunakan dalam fosfor tabung TV hitam-putih dan fosfor hijau dalam TV bewarna. Sulfat merupakan garamnya yang paling banyak ditemukan dan sulfidanya memiliki pigmen kuning. Kadmium dan solusi senyawa-senyawanya sangat beracun.
2.1.3 Sifat-sifat
• Sifat Fisik
a. Logam berwarna putih keperakan
b. Mengkilat
c. Lunak/Mudah ditempa dan ditarik
d. Titik lebur rendah
• Sifat Kimia
a. Cd tidak larut dalam basa.
b. Larut dalam H2SO4 encer dan HCl encer
Cd + H2SO4 → CdSO4 + H2
c. Cd tidak menunjukkan sifat amfoter
d. Bereaksi dengan halogen dan nonlogam seperti S, Se, P
e. Cd adalah logam yang cukup aktif
f. Dalam udara terbuka, jika dipanaskan akan membentuk asap coklat CdO
g. Memiliki ketahanan korosi yang tinggi
h. CdI2 larut dalam alcohol
2.1.4 Kesenyawaan Cd
a. Oksida Cd
Senyawa biner, oksida CdO dibentuk dengan pembakaran logamnya di udara atau dengan pirolisis karbonat atau nitratnya. Asam oksida dapat diperoleh dengan pembakaran alkil, asap cadmium oksida luar biasa beracun. Cadmium oksida warnanya beragam mulai dari kuning kehijauan sampai coklat mendekati hitam bergantung pada proses pemanasannya. Warna-warna ini adalah hasil dari keragaman jenis kerusakan kisinya. Oksida menyublim pada suhu yang sangat tinggi.
b. Hidroksida
Jika larutan garam Cd di tambah NaOH terbentuk Cd(OH)2.
Cd2+ + 2NaOH → Cd(OH)2 ↓(putih) + 2Na+
Hidroksida Cd mudah larut dalam amonia kuat berlebih membentuk kompleksamin [Cd(NH3)4]2+ .
Cd(OH)2(s) + 4NH3(aq) → [Cd(NH3)4]2+(aq) + 2OH-(aq)
c. Sulfida
Senyawa sulfida diperoleh dari interaksi langsung/pengendapan oleh H2S dari larutan aqua, larutan asam untuk CdS.
Cd + H2S → CdS +H2
d. Halida
Larutan Cd halida mengandung semua spesies Cd2+, CdX+, CdX 2+, dan CdX3 – dalam kesetimbangan.
e. Garam Okso dan Ion Aquo
Garam dari okso seperti nitrat, sulfat, sulfit, perklorat, dan asetat larut dalam air. Ion aquo bersifat asam dan larutan garamnya terhidrolisis bagi larutan Cd Yang lebih pekat, spesies yang utama adalah Cd2OH3+2Cd2+(aq) + H2O(l) → Cd2OH3+(aq) + H+.
Dengan adanya anion pengompleks, misalnya halida, spesies seperti Cd(OH)Cl atau CdNO3+ dapat diperoleh.
f. Iodida
Garam Cd dapat larut dalam KI. Jika larutan KI pekat ditambahkan pada larutan garam amoniakal terbentuk Cd(NH3)¬4I4 yang berbentuk endapan putih. CdI2 larut dalam alkohol dan digunakan dalam fotografi.
2.1.5 Keterangan Unsur
• Simbol: Cd
• Radius Atom: 1.71 Å
• Volume Atom: 13.1 cm3/mol
• Massa Atom: 112.41
• Titik Didih: 1040 K
• Radius Kovalensi: 1.41 Å
• Struktur Kristal: Heksagonal
• Massa Jenis: 8.65 g/cm3
• Konduktivitas Listrik: 14.7 x 106 ohm-1cm-1
• Elektronegativitas: 1.69
• Konfigurasi Elektron: [Kr]4d10 5s2
• Formasi Entalpi: 6.07 kJ/mol
• Konduktivitas Panas: 96.8 Wm-1K-1
• Potensial Ionisasi: 8.993 V
Titik Lebur: 594.26 K
• Bilangan Oksidasi: 2
• Kapasitas Panas: 0.232 Jg-1K-1
• Entalpi Penguapan: 99.87 kJ/mol
2.2 Toksisitas
Kadmium merupakan salah satu jenis logam logam berat yang berbahaya karena elemen ini beresiko tinggi terhadap pembuluh darah. Cadmium berpengaruh terhadap manusia dalam jangka waktu panjang dan dapat terakumulasi pada tubuh khususnya hati dan ginjal. Secara prinsipil pada konsentrasi rendah berefek terhadap gangguan pada paru-paru, emphysema dan renal turbular disease yang kronis.
Bagi manusia, Cd sebenarnya merupakan logam asing. Tubuh sama sekali tidak memerlukannya dalam proses metabolisme. Karenanya Cd sangat beracun bagi manusia dan dapat diabsorspi tubuh dalam jumlah yang tidak terbatas, karena tidak adanya mekanisme tubuh yang dapat membatasinya.
Jumlah normal kadmium di tanah berada di bawah 1 ppm, tetapi angka tertinggi (1.700 ppm) dijumpai pada permukaan sample tanah yang diambil di dekat pertambangan biji seng (Zn). Kadmium lebih mudah diakumulasi oleh tanaman dibandingkan dengan ion logam berat lainnya seperti timbal. Logam berat ini bergabung bersama timbal dan merkuri sebagai the big three heavy metal yang memiliki tingkat bahaya tertinggi pada kesehatan manusia. Menurut badan dunia FAO/WHO, konsumsi per minggu yang ditoleransikan bagi manusia adalah 400-500 μg per orang atau 7 μg per kg berat badan. Kadmium juga berefek pada potensial membran alga sel chara. Kadmium menyebabkan potensial membran sel chara berubah menjadi lebih negatif dibandingkan potensial membran sebelum adanya penambahan kadmium. Seiring dengan bertambahnya konsentrasi Kadmium, penurunan potensial membran menjadi semakin kecil dan potensial akhirnya menjadi semakin positif. Gejala ini kemungkinan dapat diterangkan berdasarkan peran kadmium sebagai kation divalen.
Kadmium adalah logam toksik yang umumnya ditemukan dalam pekerjaan-pekerjaan industri, logam kadmium digunakan secara intensif dalam proses electroplating. Kadmium merupakan salah satu jenis logam berat yang berbahaya karena elemen ini beresiko tinggi terhadap pembuluh darah. Apabila Cd masuk ke dalam tubuh maka sebagian besar akan terkumpul di dalam ginjal, hati dan sebagian yang dikeluarkan lewat saluran pencernaan. Kadmium dapat mempengaruhi otot polos pembuluh darah secara langsung maupun tidak langsung lewat ginjal, sebagai akibatnya terjadi kenaikan tekanan darah.
Kadmium adalah senyawa logam yang biasa digunakan dalam baterai. Senyawa ini bisa mengakibatkan penyakit liver dan gangguan ginjal serta tulang. Senyawa yang mengandung kadmium juga mengakibatkan kanker.
Dalam industri pertambangan logam Pb dan Zn, proses pemurniannya akan selalu diperoleh hasil samping kadmium.yang terbuang kealam lingkungan. kadmium masuk kedalam tubuh manusia terjadi melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi. Untuk mengukur asupan kadmium kedalam tubuh manusia perlu dilakukan pengukuran kadar Cd dalam makanan yang dimakan atau kandungan Cd dalam feses.
Sekitar 5% dari diet kadmium, diabsorpsi dalam tubuh. Sebagian besar Cd masuk melalui saluran pencernaan, tetapi keluar lagi melalui feses sekitar 3-4 minggu kemudian dan sebagian kecil dikeluarkan melalui urin. Kadmium dalam tubuh terakumulasi dalam ginjal dan hati terutama terikat sebgai metalothionein. Metalotionein mengandung asam amino sistein, dimana Cd terikat dengan gugus sulfhidril (-SH) dalam enzim karboksil sisteinil, histidil, hidroksil dan fosfatil dari protein dan purin. Kemungkinan besar pengaruh toksisitas Cd disebabkan oleh interaksi antara Cd dan protein tersebut, sehingga menimbulkan hambatan terhadap aktivitas kerja enzim.
Kadmium lebih beracun bila terhisap melalui saluran pernafasan daripada saluran pencernaan. Kasus keracunan akut kadmium kebanyakan dari menghisap debu dan asap kadmium, terutama kadmium oksida (CdO). Dalam beberapa jam setelah menghisap, korban akan mengeluh gangguan saluran nafas, nausea, muntah, kepala pusing dan sakit pinggang. Kematian disebabkan karena terjadinya edema paru-paru. Apabila pasien tetap bertahan, akan terjadi emfisema atau gangguan paru-paru yang jelas terlihat.
Keracunan kronis terjadi bila memakan atau inhalasi dosis kecil Cd dalam waktu yang lama. Gejala akan terjadi setelah selang waktu beberapa lama dan kronik. Kadmium pada keadaan ini menyebabkan nefrotoksisitas, yaitu gejala proteinuria, glikosuria, dan aminoasidiuria diserta dengan penurunan laju filtrasi glumerolus ginjal. Kasus keracunan Cd kronis juga menyebabkan gangguan kardiovaskuler dan hipertensi. Hal tersebut terjadi karena tingginya afinitas jaringan ginjal terhadap Kadmium. Gejala hipertensi ini tidak selalu dijumpai pada kasus keracunan Cd krosik. Kadmium dapat menyebabkan osteomalasea karena terjadinya gangguan daya keseimbangan kandungan kalsium dan fosfat dalam ginjal.
BAB III
Pembahasan
Penyakit itai-itai ( イタイイタイ病 /ouch ouch sickness) adalah kasus massal keracunan kadmium yang didokumentasikan di Prefektur Toyama, Jepang. Keracunan kadmium ini menyebabkan pelunakan tulang dan gagal ginjal. Nama penyakit ini berdasarkan kata dalam bahasa Jepang yaitu nyeri (痛いitai) yang disebabkan pada persendian dan tulang belakang. Istilah penyakit itai-itai ini diciptakan oleh penduduk setempat. Kadmium ini dicemarkan ke sungai oleh pertambangan perusahaan-perusahaan di pegunungan. Perusahaan pertambangan tersebut telah dituntut atas kerusakan dan kerugian yang terjadi. Penyakit itai-itai ini dikenal sebagai salah satu dari Empat Besar Penyakit akibat Pencemaran Jepang.
3.1 Penyebab
Penyakit itai-itai disebabkan oleh keracunan kadmium akibat pertambangan di Prefektur Toyama. Pertambangan emas di daerah ini merupakan catatan pertambangan awal pada 710. Pertambangan reguler unuk perak dimulai pada tahun 1589, dan tidak lama kemudian, pertambangan untuk timah, tembaga, dan seng pun juga dimulai. Meningkatnya permintaan terhadap bahan baku selama Perang Rusia-Jepang dan Perang Dunia I, serta teknologi pertambangan baru dari Eropa, meningkatkan output dari pertambangan, menempatkan Kamioka Pertambangan di Toyama terkenal pada pertambangan kelas atas. Produksi meningkat bahkan lebih sebelum Perang Dunia II. Dimulai pada tahun 1910 dan terus berlanjut sampai 1945, kadmium dirilis dalam jumlah yang signifikan oleh operasi pertambangan, dan penyakit itai-itai ini pertama kali muncul sekitar tahun 1912. Sebelum Perang Dunia II, pertambangan yang dikendalikan oleh Mitsui Mining dan Smelting Co, Ltd, meningkat untuk memenuhi permintaan masa perang. Hal ini kemudian meningkatkan pencemaran Sungai Jinzu dan anak-anak sungainya. Sungai ini digunakan terutama untuk pengairan sawah, tetapi juga untuk air minum, mencuci, memancing, dan kegunaan lain oleh penduduk hilir.
Akibat keracunan kadmium, ikan di sungai mulai mati, dan beras irigasi dengan air sungai tidak tumbuh dengan baik. Kadmium dan logam berat lainnya terakumulasi di dasar sungai dan di air sungai. Air ini kemudian digunakan untuk mengairi sawah. Beras menyerap logam berat, terutama kadmium. Kadmium pun akhirnya terakumulasi dalam tubuh orang-orang yang memakan nasi yang terkontaminasi.
Penduduk mengeluh kepada Mitsui Mining and Smelting tentang polusi yang terjadi. Perusahaan membangun sebuah bak untuk menyimpan air limbah pertambangan sebelum dilepas ke dalam sungai. Hal ini sudah terlambat karena sudah banyak orang yang sakit menjadi korban. Penyebab keracunan tidak dapat dipahami dan, hingga 1946, penyakit ini hanya dianggap sebagai penyakit lokal atau jenis infeksi bakteri.
Tes medis dimulai pada tahun 1940-an dan 1950-an, untuk mencari penyebab penyakit tersebut. Awalnya, hal ini diduga sebagai akibat keracunan dari pertambangan di hulu. Hanya pada tahun 1955 Dr Hagino dan rekan-rekannya mulai mencurigai kadmium sebagai penyebab penyakit itai itai ini. Prefektur Toyama juga memulai penyelidikan pada tahun 1961, untuk menentukan bahwa Mitsui Mining and Pertambangan Smelting's Kamioka yang menyebabkan polusi yang terburuk hingga wilayah 30 km hilir dari tambang. Pada tahun 1968 Departemen Kesehatan dan Kesejahteraan mengeluarkan pernyataan tentang gejala-gejala penyakit itai-itai yang disebabkan oleh keracunan kadmium.
Penurunan kadar kadmium dalam air mengurangi jumlah korban penyakit ini, sehingga tidak ada lagi korban baru tercatat sejak 1946. Korban dengan gejala yang terburuk berasal dari Prefektur Toyama, namun ternyata pemerintah menemukan korban di lima prefektur lain.
Sekarang tambang masih beroperasi dan tingkat polusi kadmium pun tetap tinggi, meski perbaikan gizi dan perawatan medis telah mengurangi epidemi penyakit itai-itai.
3.2 Gejala
Salah satu efek utama yang ditimbulkan dari keracunan kadmium adalah lemah dan rapuh tulang. Umumnya tulang belakang dan kaki sakit, dan gaya berjalan pincang karena cacat tulang yang disebabkan oleh kadmium. Rasa sakit kemudian melemahkan, dengan patah tulang yang lebih umum dibandingkan tulang yang melemah. Komplikasi lain yang tejadi adalah batuk, kanker, anemia, dan gagal ginjal, yang kemudian menyebabkan kematian.
Penderita penyakit ini banyak terjadi pada wanita pascamenopause. Penyebabnya belum sepenuhnya dapat dipahami, dan kemudian diselidiki. Hingga penelitian akhirnya menemukan bahwa hal ini berhubungn dengan gizi umum, serta metabolisme kalsium yang miskin yang berkaitan dengan usia perempuan.
Penelitian terhadap hewan telah menunjukkan bahwa keracunan kadmium saja tidak cukup untuk menimbulkan gejala penyakit itai-itai. Penelitian ini menunjukkan kerusakan mitokondria sel ginjal oleh kadmium sebagai faktor kunci dari penyakit ini.
3.3 Aksi Hukum
Dua puluh sembilan penggugat, yang terdiri dari sembilan korban penderita dan 20 anggota keluarga korban, menggugat Pertambangan dan Smelting Mitsui Co pada tahun 1968 di pengadilan Prefektur Toyama. Pada Juni 1971, pengadilan menetapkan Pertambangan dan Smelting Mitsui Co bersalah. Perusahaan pun mengajukan banding ke Pengadilan Distrik Nagoya di Kanazawa, tapi banding ditolak pada bulan Agustus 1972. Pertambangan Mitsui dan Smelting Co setuju untuk membayar biaya perawatan medis para korban; membiayai pemantauan kualitas air yang dilakukan oleh penduduk; dan membayar kerugian para korban akibat penyakit itai-itai.
Orang-orang menjadi korban dari penyakit itai-itai harus menghubungi Departemen Kesehatan, Tenaga Kerja dan Kesejahteraan Jepang untuk membuat klaim mereka dinilai. Banyak korban yang tidak puas dengan tindakan pemerintah dan menuntut perubahan dalam prosedur resmi. Hal ini menyebabkan pemerintah mengkaji kembali kriteria untuk mengenali seorang korban secara hokum dan menilai kembali pengobatan penyakit yang dilakukan.
Seseorang dianggap sebagai penderita penyakit itai-itai jika dia tinggal di daerah yang terkontaminasi, memiliki disfungsi ginjal, pelunakan tulang, tetapi tidak memiliki masalah dengan jantung. 184 korban telah diakui secara hukum sejak tahun 1967, 54 di antaranya diakui dalam periode 1980-2000. Tambahan 388 orang telah diidentifikasi sebagai calon korban, yaitu mereka yang belum secara resmi belum diperiksa. 15 korban lagi tercatat masih hidup pada tahun 1993.
3.4 Kerugian Ekonomi
Polusi kadmium telah mngontaminasi banyak daerah-daerah pertanian. Pencemaran logam berat telah mengontaminasi banyak wilayah di Jepang, sehingga Pencegahan Kontaminasi Tanah dalam Undang-Undang Lahan Pertanian tahun 1970 kemudian diresmikan. Survei di Prefektur Toyama dimulai pada tahun 1971 dan pada 1977, 1500 hektar tanah di sepanjang sungai Jinzu dilakukan pemulihan. Petani yang menjadi korban mendapatkan kompensasi atas kerugian rusaknya tanaman sebagaimana kerugian produksi yang diakibatkan oleh Mitsui Mining and Smelting, Prefektur Toyama, dan pemerintah nasional. Kemudian pada 1992 hanya 400 hektar tanah yang masih terkontaminasi.
Pada tahun 1992, rata-rata pengeluaran kompensasi kesehatan per tahun dalah 743 juta yen. Kerusakan pertanian dikompensasi dengan 1.75 miliar yen per tahun, atau total per tahun 2.518 miliar yen. 620 juta yen yang lain diinvestasikan setiap tahun untuk mengurangi polusi lebih lanjut dari sungai.
BAB IV
Penutup
Penyakit itai-itai merupakan penyakit yang diakibatkan oleh keracunan cadmium akibat penambangan oleh Mitsui Mining dan Smelting Co, Ltd di Prefektur Toyama, Jepang pada tahun 1912. Selama beberapa decade, penyakit ini tidak diketahui apa penyebabnya dan hanya dianggap sebagai penyakit lokal biasa.
Pada tahun 1940an – 1950an diadakan tes medis untuk mencari tahu penyebab pasti dari penyakit ini dan awalnya kesimpulan terletak pada penyakit ini adalah akibat dari pertambangan di hulu. Pada 1955, baru dicurigai bahwa limbah logam berat kadmium yang menjadi penyebab dari penyakit ini.
Gejala dari penyakit ini adalah sakit pada kaki dan tulang belakang yang kemudian menyebabkan pelunakan tulang. Komplikasi pada penyakit ini adalah terjadi batuk, kanker, anemia, dan gagal ginjal, yang kemudian menyebabkan kematian.
Penyelesaian secara hukum pun dilakukan untuk menuntut tanggung jawab terhadap Mitsui Mining dan Smelting Co, Ltd yang diakhiri dengan pemberian kompensasi terhadap semua kerugian yang terjadi.
DAFTAR PUSTAKA
Anonim, Februari 2010, Cadmium, http://en.wikipedia.org/wiki/Cadmium , diakses 18 Februari 2010.
Anonim, Januari 2010, Cadmium Poisoning, http://en.wikipedia.org/wiki/Cadmium_poisoning , diakses 19 Februari 2010.
Anonim, Februari 2010, Itai-Itai Disease, http://en.wikipedia.org/wiki/Itai-itai_disease , diakses 18 Februari 2010.
Anonim, Februari 2010, Kadmium (Cd) (Tinjauan Literatur),
http://smk3ae.wordpress.com/2008/05/25/kadmium-cd-tinjauan-literatur/ diakses tanggal 18 Februari 2010
Anonim, Februari 2010, 4 Pencemaran Lingkungan terburuk sepanjang sejarah Dunia, http://www.kaskus.us/showthread.php?p=167096468&posted=1 diakses tanggal 18 Februari 2010
Anonim,20Oktober2006,Kadmium. http://www.chem-is-try.org/tabel_periodik/kadmium/ diakses tanggal 18 Februari 2010
Anonim, 12 Mei 2008, HIMPUNAN MAHASISWA PENDIDIKAN KIMIA_ Cadmium_files http://himdikafkipuntan.blogspot.com/2008/05/cadmium.html, diakses tanggal 19 Februari 2010
Read More...
[100227] WGM YongHwa n Seohyun 1st ep!!!!
Diposting oleh Fahrianti Agustina di 06.33hhhhh..
pas tgl 27 kemaren,,yant ge d'rmh ortu..
dying bnget gg bs ngenet..
pdhl nii ep bkal kluar hari ituu..
asli pngen cpet2 pulang rasa'a..hehehe..
akhirnyaa..
hari ini ksampean juga..
walopun masii gg ada sub'a..
tetep yant dyingg bnget pngen nonton..
alhasil...
emang cutttteeee bnggggeeeetttt ni couple..
hahaha..
addict bnget jd'a..
nii 1st ep'a..
tonton yaaa..
en jd kea yant jg..fans nih couple..^^
Credit :
sayiyamashita @YT
Read More...
T'ara's MV is outt!!
Diposting oleh Fahrianti Agustina di 06.24woooaaa...
T'ara MV is outt...
so sexxyy..
XDDD
like it??
bdw, sorry i'm late..
but i still want u watch that mv..
Credit :
KPOPMV020 @YT
Read More...
(TR 3) Dalang di Balik Pementasan Pemanasan Global
Diposting oleh Fahrianti Agustina di 06.20
Pemanasan global adalah terjadinya peningkatan suhu atau temperatur permukaan bumi yang disebabkan oleh gas-gas rumah kaca.
Gas-gas rumah kaca yang dimaksud di sini adalah:
1. Karbon dioksida (CO2)
2. Metana (CH4)
3. Ozon (O3)
4. Dnitrogen oksida atau nitrat oksida (NO2)
5. Chlorofluorocarbon (CFC)
Berikut penjelasan mengenai gas-gas di atas:
1. Karbon dioksida
CO2 merupakan aktor utama dalam film pemanasan global ini. Sumbangan terbesarnya pada atmosfer adalah dari pembakaran bahan bakar fosil, yaitu minyak bumi, batu bara, dan gas bumi. Penggundulan hutan serta perluasan wilayah pertanian juga meningkatkan jumlah karbondioksida dalam atmosfer.
2. Metana
Metana merupakan gas rumah kaca yang terdapat secara alami. Ketika mikroorganisme menguraikan bahan organic secara anaerob, mereka akan menghasilkan gas ini. Peningkatan gas ini terjadi karena kegiatan manusia seperti sawah yang merupakan kondisi ideal bagi pembentukannya, di mana tangkai padi nampaknya bertindak sebagai saluran metana ke atmosfer.
Sendawa dan “fart” dari hewan ternak seperti sapi, kerbau, dll juga menambah jumlah gas ini di atmosfir.
Gas ini banyak terdapat pada sumur minyak bumi atau gas bumi.
3. Ozon
Ozon juga merupakan gas rumah kaca yang terdapat secara alami. Hanya saja keberadaannya pada lapisan troposfer bisa membahayakan makhluk hidup di bumi.
4. Nitrat Oksida
Dinitrogen oksida adalah juga gas rumah kaca yang terdapat secara alami. Dulunya gas ini digunakan sebagai anastasi ringan, yang dapat membuat orang tertawa sehingga juga dikenal sebagai ‘gas tertawa’.
Peningkatan jumlah gas ini di atmosfer dikarenakan pemakaian pupuk nitrogen. Dinitrogen oksida juga dihasilkan dalam jumlah kecil oleh pembakaran bahan bakar fosil seperti minyak bumi, batu bara, gas bumi.
5. CFC
Chlorofluorocarbon merupakan gas buatan yang umum digunakan dalam proses mengembangkan busa, di dalam peralatan pendingin ruangan dan lemari es selain juga sebagai pelarut untuk membersihkan microchip.
Di Wikipedia disebutkan bahwa variasi matahari juga merupakan penyebab dari pemanasan global. Berikut artikel terkait:
“Terdapat hipotesa yang menyatakan bahwa variasi dari Matahari, dengan kemungkinan diperkuat oleh umpan balik dari awan, dapat memberi kontribusi dalam pemanasan saat ini. Perbedaan antara mekanisme ini dengan pemanasan akibat efek rumah kaca adalah meningkatnya aktivitas Matahari akan memanaskan stratosfer sebaliknya efek rumah kaca akan mendinginkan stratosfer. Pendinginan stratosfer bagian bawah paling tidak telah diamati sejak tahun 1960, yang tidak akan terjadi bila aktivitas Matahari menjadi kontributor utama pemanasan saat ini. (Penipisan lapisan ozon juga dapat memberikan efek pendinginan tersebut tetapi penipisan tersebut terjadi mulai akhir tahun 1970-an.) Fenomena variasi Matahari dikombinasikan dengan aktivitas gunung berapi mungkin telah memberikan efek pemanasan dari masa pra-industri hingga tahun 1950, serta efek pendinginan sejak tahun 1950.
Ada beberapa hasil penelitian yang menyatakan bahwa kontribusi Matahari mungkin telah diabaikan dalam pemanasan global. Dua ilmuan dari Duke University mengestimasikan bahwa Matahari mungkin telah berkontribusi terhadap 45-50% peningkatan temperatur rata-rata global selama periode 1900-2000, dan sekitar 25-35% antara tahun 1980 dan 2000. Stott dan rekannya mengemukakan bahwa model iklim yang dijadikan pedoman saat ini membuat estimasi berlebihan terhadap efek gas-gas rumah kaca dibandingkan dengan pengaruh Matahari; mereka juga mengemukakan bahwa efek pendinginan dari debu vulkanik dan aerosol sulfat juga telah dipandang remeh. Walaupun demikian, mereka menyimpulkan bahwa bahkan dengan meningkatkan sensitivitas iklim terhadap pengaruh Matahari sekalipun, sebagian besar pemanasan yang terjadi pada dekade-dekade terakhir ini disebabkan oleh gas-gas rumah kaca.
Pada tahun 2006, sebuah tim ilmuan dari Amerika Serikat, Jerman dan Swiss menyatakan bahwa mereka tidak menemukan adanya peningkatan tingkat "keterangan" dari Matahari pada seribu tahun terakhir ini. Siklus Matahari hanya memberi peningkatan kecil sekitar 0,07% dalam tingkat "keterangannya" selama 30 tahun terakhir. Efek ini terlalu kecil untuk berkontribusi terhadap pemansan global. Sebuah penelitian oleh Lockwood dan Fröhlich menemukan bahwa tidak ada hubungan antara pemanasan global dengan variasi Matahari sejak tahun 1985, baik melalui variasi dari output Matahari maupun variasi dalam sinar kosmis.”
Sesuai kutipan artikel Wikipedia di atas, cahaya matahari hanya memiliki peran kecil yang mungkin tak perlu dihitung untuk mengakibatkan pemanasan global.
Credit & sumber:
http://www.student.unimaas.nl/a.andono/global_warming.htm
Global Warming
http://id.wikipedia.org/wiki/Pemanasan_global
Pemanasan Global
Read More...



